Perbedaan Besi dan Baja

Cari Tahu Mengenai Perbedaan Besi dan Baja

Perbedaan besi dan baja merupakan topik yang menarik. Karena besi dan baja merupakan bahan material yang banyak digunakan dalam pembuatan bangunan. Besi yang merupakan material bahan bangunan ini berasal dari bijih besi yang telah mengalami proses pengolahan. Besi yang telah diproses berulang nantinya akan menghasilkan baja. Tak mengherankan, kita dapat melihat bahwa besi dan baja memiliki penampilan yang serupa. Karena memiliki penampilan yang serupa, perbedaan besi dan baja sulit untuk diketahui.

Dibutuhkan pengamatan yang seksama untuk mengetahui perbedaan yang dimiliki oleh besi dan baja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, besi merupakan logam keras, kuat dan banyak digunakan sebagai bahan pembuatan senjata dan mesin. Sedangkan baja sendiri merupakan logam yang keras. Baja juga dikenal sebagai baja beton karena banyak dimanfaatkan untuk konstruksi beton. Sebelum melanjutkan, ada baiknya kamu juga mempelajari tentang pengertian tembaga dan manfaat tembaga yang sangat jauh berbeda manfaatnya dengan besi dan baja. Baik dari segi warna tembaga itu sendiri maupun fungsinya yang sangat bagus seperti perhiasan dan sebagainya.

Pengertian Besi dan Baja

Sebelum membahas mengenai perbedaan besi dan baja, alangkah baiknya jika kita mengenal besi dan baja dengan seksama terlebih dahulu. Dengan mengenal besi dan baja, kita nantinya dapat mengetahui perbedaan yang dimiliki oleh kedua bahan logam tersebut. Besi merupakan unsur yang dapat ditemukan di inti luar bumi dan inti dalam bumi. Jika memperhatikan kelimpahannya di kerak bumi, besi menempati urutan keempat. Besi memiliki sifat yang reaktif terhadap air dan oksigen.

Pengertian Besi

Perbedaan Besi dan Baja

Besi yang masih segar memiliki permukaan berwarna abu-abu keperakan. Warna abu-abu keperakan nantinya akan berubah seiring dengan waktu akibat proses oksidasi yang disebabkan oleh udara. Dari proses oksidasi tersebut, besi dapat mengalami pengkaratan. Jika diperhatikan dengan baik, penggunaan besi telah dilakukan ribuan tahun yang lalu. Logam besi yang murni relatif lembut namun tidak dapat diproduksi melalui proses peleburan. Logam besi mentah harus mengalami beragam proses terlebih dahulu hingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Proses-proses yang akan dialami oleh besi dilakukan guna mengurangi kandungan karbon yang dimiliki oleh besi. Dengan kandungan karbon yang dihilangkan, besi dapat digunakan berdasarkan dengan manfaatnya.

Pengertian Baja

Serupa dengan besi, baja merupakan logam yang dihasilkan melalui proses pengolahan. Baja sendiri merupakan logam yang terbuat dari campuran beberapa logam. Logam-logam yang dimanfaatkan dalam pembuatan baja adalah besi, silikon, sulfur, mangan, karbon dan fosfor. Nitrogen dan oksigen merupakan bahan gas yang membantu dalam proses pembuatan baja. Perbedaan karakteristik baja dapat terjadi akibat penggunaan bahan tambahan ketika baja dibuat.

Penggunaan karbon di dalam proses pembuatan baja dapat meningkatkan kekuatan dan kekerasan baja. Karbon merupakan bahan pengeras dan mampu mencegah tergesernya dislokasi atom besi. Baja karbon memiliki warna hitam dan sering disebut dengan nama baja hitam. Jika baja telah dioleh menjadi barang-barang tertentu, baja tersebut akan dijual dengan harga yang cukup mahal. Pembuatan baja sendiri menggunakan teknik Bessemer. Baja akan dijual dengan harga yang jauh lebih murah ketika produksi baja dilakukan secara besar-besaran. Meskipun besi dan baja memiliki penampilan yang serupa, perbedaan besi dan baja masih dapat diketahui melalui seluk beluk baja dan besi.

Perbedaan Besi dan Baja

Perbedaan Besi dan Baja

Besi merupakan bahan material alami yang mengandung unsur Fe atau ferrum. Baja sendiri merupakan bahan material buatan hasil campuran besi, mangan, fosfor, karbon, nitrogen, sulfur, oksigen dan silikon. Dari asal besi dan baja, kita dapat mengetahui perbedaan dari kedua bahan material tersebut. Tidak hanya itu, berikut ini merupakan perbedaan besi dan baja lainnya yang dapat kita ketahui:

  1. Dibandingkan dengan baja, besi mengandung unsur karbon yang lebih tinggi. Kadar karbon yang dimiliki oleh besi memiliki persentase 2 % hingga 4 %. Sedangkan untuk baja, kandungan karbon yang dimilikinya hanya berkisar 0,2 % hingga 2,1 % saja.
  2. Kandungan karbon dapat mempengaruhi tingkat kekerasan material. Semakin tinggi jumlah karbon, semakin tinggi pula tingkat kekerasan material tersebut. Karena besi memiliki kandungan karbon yang jauh lebih tinggi daripada baja, tingkat kekerasan dan kekuatan daya tarik besi tentunya terasa lebih baik jika dibandingkan dengan baja.
  3. Besi memiliki sifat yang lebih elastis jika dibandingkan dengan baja. Tingkat elastis besi dipengaruhi oleh brittle atau getas dan ducitility atau keuletan yang dikandung oleh baja dan besi.
  4. Jika dibandingkan dengan kekuatannya, baja memiliki kekuatan yang lebih tinggi daripada besi. Kekuatan baja dapat dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh seribu besi murni.

Perbedaan Kandungan Besi dan Baja

Perbedaan Besi dan Baja

Jika kita memperhatikan akan perbedaan besi dan baja yang telah dijelaskan di atas, kita dapat melihat bahwa perbedaan diantara kedua jenis bahan material tersebut berasal dari asal pembentukan, kandungan mineral, kadar karbon dan tingkat elastisitas. Berdasarkan dengan asal pembentukan, besi merupakan material alami yang dibentuk dari unsur ferrum. Sedangkan untuk baja sendiri, bahan material tersebut merupakan bahan material yang melibatkan bahan material lainnya di dalam proses pembuatan. Mangan, besi, fosfor, karbon dan silikon merupakan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan baja. Guna mengetahui kadar karbon, kandungan mineral dan tingkat elastisitas pada besi dan baja, simak ulasannya di bawah ini:

  1. Kandungan mineral

Besi merupakan bahan material yang memiliki kandungan mineral lebih tinggi dari baja. Kandungan mineral antara besi dan baja dapat dilihat dari kandungan karbon yang dimiliki oleh kedua bahan mineral tersebut. Jika besi memiliki kandungan karbon hingga 4 %, baja hanya memiliki kandungan karbon hingga 2,1 % saja. Perbedaan kandungan karbon pada besi dan baja membuat tekstur kedua bahan mineral tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Perbedaan Besi dan Baja

  1. Kadar karbon

Seperti pembahasan sebelumnya, kadar karbon yang dimiliki besi dapat mencapai hingga 4 % sedangkan untuk baja dapat mencapai 2,1 %. Tingkat karbon yang dimiliki oleh besi dan baja nantinya dapat mempengaruhi tingkat kekerasan pada besi dan baja. Semakin tinggi kandungan karbon, semakin keras pula sifat dari bahan material tersebut. Dilihat dari kandungan karbon tinggi pada besi, maka besi memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan baja.

  1. Tingkat elastisitas

Tingkat elastisitas besi dirasa lebih tinggi daripada baja. Dengan tingkat elastisitas tersebut, baik baja dan besi memiliki tingkat keuletan dan getas yang berbeda. Untuk kekuatannya sendiri, baja memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibanding dengan besi. Kekuatan satu buah baja bahkan dapat dibandingkan dengan ribuan besi.

Meskipun besi dan baja memiliki beberapa perbedaan, kedua bahan tersebut memiliki manfaat yang sangat baik bagi pembangunan gedung dan pembangunan sarana transportasi. Baik baja dan besi dapat digunakan sebagai pembuatan atap ringan bangunan. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh besi dan baja, atap ringan pada bangunan dapat bertahan untuk kurun waktu yang lama. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh besi dan baja pula, kedua bahan tersebut sangat baik digunakan untuk pembangunan sarana transportasi. Sarana transportasi yang dibuat dari bahan besi dan baja adalah rel kereta api. Tidak hanya itu, baik baja dan besi dapat pula dimanfaatkan dalam pembuatan jalan raya.

Leave a Comment