Sejarah Kubah Masjid Nabawi Lengkap

Sejarah Kubah Masjid Nabawi Lengkap

Bagi umat muslim terutama yang sudah pernah melaksanakan ibahdah umraon ataupun haji di Tanah Suci pastinya sudah kenal betul dengan Masjid Nabawi. Pasalnya memang masjib ini menjadi salah satu masjid utama dalam Islam. Nah, pada Masjid Nabawi ini  sangatlah identik dengan keberadaan kubah berwarna hijau yang dipunyai. Kubah tersebut dibangun diatas makam Abu Bakar, Umar Bin Khattab sert Nabi Muhammad SAW bersama  para sahabat.  Sudah tidak diragukan lagi  bila kubah Masjid Nabawi ini  sangatlah  unik, ikonik serta istimewa dengan tempatnya yang berada di sudut tenggara masjid tersebut. Sebelum dilanjut, pastikan kamu selalu membaca doa masuk masjid ketika ingin memasuki masjid nabawi maupun masjid lainnya ya.

Masjid Nabawi ini walaupun memang mempunyai keistimewaan tentang keutamaan shalat berjamaah di dalamnya atau ibadah lainnya. tetap masih banyak orang islam yang belum mengetahui sejarah dari kubah tersebut. Padahal apabila mengetahuinya akan didapatkan banyak sekali keuntungan yang begitu penting. Maka dari itulah Anda harus mengetahui sejarah dari adanya kubah di Masjid Nabawi. Dari mengetahui sejarahnya Anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan yang bertambah saja tetapi juga bisa menemukan berbagai fakta menarik yang ada pada kubah tersebut yang semain menambah daya tariknya.

Sejarah Kubah di Masjid Nabawi

kubah masjid nabawi

Bisa dibilang apabila kubah di Masjid Nabawi ini mempunyai sejarah yang amat panjang. Namun untuk mengetahui dan memahaminya sangatlah mudah untuk dilakukan sehingga Anda tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut.  Nah, para ahli sejarah mengungkapkan bahwa abat ke 7 Hijriyah merupakan awal munculnya kubah berwarna hijau  yang terletak di atas Makam dari Nabi Muhammad SAW.

Orang yang Membangun Kubah Masjid Nabawi

Orang yang pertama kali membangun kubah tersebut adalah Sultan Qalawun As-Shalihi.  Pada awalnya, warna Masjid Nabawi ini tidak langsung hijau karena ternyata sejak awal kubah tidak di cat sehingga warnya masih warna kayu. Namun dengan berjalannya waktu akhirnya kubah mulai di cat dengan warna putih, berganti ke biru dan terakhir hingga saat ini berwarna hijau.

Pendapat serupa juga pernah dikemukakan Prof. Ali Hafidz dalam bukunya bejudul Fushul Min Tarikh Al -Madinah Al-Munawwarah mengenai kubah Masjid Madinah ini.  Pendapatnya menyatakan bahwa sebelumnya belum pernah ada kubah diatas makam dari Nabi Muhammad SAW.  Dahulu untuk membedakan antara bagian atas masjid lainnya dan ruangan makam yang dimanfaatkan adalah kayu dengan ukuran panjangnya seperti orang berdiri pada umumnya  di atas masjid yang keberadaanya lurus dengan kamar.

kubah masjid nabawi

Dinyatakan bahwa Sultan Qalawun  membangun pertama kali kubah di atas makam tersebut pada 678 H. Awal bentuk dari kubah tersebut bagian atasnya adalah depalan persieg dengan dilapisi oleh karyu sementara bagian sis bawahnya bentunya empat persegi panjang.  Kubah di Masjid Nabawi ini didirikan di atas tiang yang keberadaanya berada di sekeliling kamar. Untuk menguatkannya digunakan papan dari kayu dan tembaga, lalu di atasnya  diletakan kayu bersama dengan kayu lainnya.

Perbaruan Kubah Masjid Nabawi

Sejak pembangunannya pertama kali, kubah di Masjid Nabawi ini diperbarui pertama kali di zaman An-Nasir Hasan bin Muhammad Qalawun. Kemudian dilakukan kembali pada saat papan tembaga yang ada pada kubah tersebut mengalami keretakkan.  Pada tahun 765 H, tepatnya  pada masa Al-Asyraf Sya’ban bin Husain Bin Muhammad,  kubah di Masjid Nabawi kembali diperbarui sekaigus dikuatkan lagi. Tahun 881 H di zaman Sultan Qaytabah terjadi kerusakan pada kabah  dan langsung diperbaiki kembali.

Setelah kegiatan renovasi tersebut,  Sultan Qait Bay membuat keputusan penting dimana keputusan tersebut menghilangkan atap kayu yang berada di atas kamar Nabi Muhammad SAW dan mengantnya menggunakan kubah yang tips. Sesudah itu, dipasanglah kubah di atas kamar. Kubah tersebut berhasil menutupi mulai dari timur makan seluas sepertiganya.

Sejarah Kebakaran

Terjadi pemasangan lain kubah-kubah dari berbagai arah makam di arah barat kamar dan arah kepala makam. Kubah tersebut berasal dari bebatuan warna putin dan hitam yang telah melalui tahap pengukiran. Pada bagian atas kubah Masjid Nabawi ini dipasanglah lambang dari kuningan yang berbentuk bulan sabit. Warna dari kubah tersebut  adalah putih yang mana sangatlah indah karena sudah dipoles dengan kapur.

Bagi Anda yang mengetahui sejarah Islam dengan baik pastinya mengetahui bahwa Masjid Nabawi pernah mengalami kebakaran pada tahun 886 H. Dari kebakaran tersebut, kubah berhasil selamat walaupun pada bagian atas kubah di Masjid Nabawi ini ikut terbakar. Setelah itu lalu tahun 887 H pada zaman Sultan Qaytabai, kubah dari Masjid Nabawi ini diperbarui kembali.

Kubah tersebut lalu dibangun kembali menggunakan batu bata. Tidak hanya diperbarui tetapi pembangunannya juga dikuatnya dengan dibuat pondasi di tanah masjid melalui bata yang ditinggikan lagi bersama dengan tiang-tiang penyangga di sekelilingnya. Sempat terjadi keretakan di atasnya sehingga dilakukan perbaikan terus menerus hingga menjadi benar-benarh kokoh.

Awal Mula Sebutan “Kubah Hijau”

kubah masjid nabawi

Kubah juga dibangun di atas Mihrab Utsman. Selain itu atap yang terletak diantara dinding bagian barat dan kubah hijau ikut dibangun kubahbesar yang letakknya dikelilingi tiga kubah lainnya.  Pada bagian lainnya yakni di atas Bab As-Salam juga ikut dibangun kubah dengan jumlah dua.

Berbagai kubah yang telah dibangun tersebut diberikan berbagai macam hiasan dan dilapisi dengan marmer berwarna putin dan hitam. Sutan Mahmud I pada tahun 1119 H memberikan perbaruan lagi dengan menambahkan beberapa kubah lagi sekaligus menambahkan tiang yang berbaris menopang atap pada arah kiblat Masjid Nabawi.

Perbaruan dari kubah Masjid Nabawi ini baru terlihat yang paling mencolok warnanya  pada tahun 1228 H. Pada tahun tersebut, keluar perintah dari Sultan Mahmmud II untuk mulai mengecat kubah dengan warna cat hijau.  Dari sinilah mulai dikenal kubah di Masjid Nabawi ini dengan sebutan kubah hijau setelah sebelumnya dikenal dengan nama Kubah Biru dan Putih. Beberapa orang bahkan memberikan nama kubah di masjid tersebut denagn sebutan kubah yang besar alias Kubah Al-Faiha’.

Hasil Akhir

kubah masjid nabawi

Sempat terdapat rencana untuk menutup semua atap di Masjid Nabawi dengan kubah yang berasal dari Sultan Mahmud II. Rencana ini tidak jadi dilakukan karena memang  khawatir nantinya pembangunan dari berbagai kubah yang ada merusak keberadaan Kubah Hijau yang telah ada.  Kondisi terakhir dari kubah di Masjid Nabawi ini masih sama seperti yang  telah dijelaskan sampai masa dari Sultan Adbul Majid. Barulah dibuat perubahan dengan seluruh atap Masjid Nabawi ini diberikan lapisan lempengan timah pada tahun 1264-1277 H.  Jumlah pada masa tersebut kubah  ada 170 kubah.

Posisi paling tinggi kubah di Masjid Nabawi ini adalah Kubah Hijau lalu dikuti oleh kubah yang terletak di atas Mihrab Utsman, Kubah yang terletak di atas Bab As-Salam serta kubah lainnya yang hampir sama tingginya.  Pada sebagian kubah Masjid Nabawi  ditambahkan jendela yang terbuat dari kaca berwarna. Didalamnya juga diberikan hiasan dari  ukiran serta kaligrafi Alquran.

Nah, dari sejak berdirinya Kerajaan Arab Saudi telah dilakukan banyak renovasi pada kubah masjid di Masjid Nabawi tersebut dan tentunya hingga saat ini juga. Tercatat, renovasi terakhir terjadi pada 1404 H di masa Khadim Haramain Raja Fahd bin Abdul Aziz karena berubahnya warna dari timah. Jangan lupa untuk memasang target agar kamu bisa berkunjung ke Masjid Nabawi, karena ada banyak sekali keutamaan shalat di masjid nabawi yang bisa kamu baca dari hadist tentang sholat.

 

Leave a Comment